Cara Mengepel Lantai Granit dan Marmer: Tips Superpell dari Rany Soetanto

Lantai granit dan marmer membutuhkan perawatan khusus karena sifatnya yang sensitif terhadap air dan bahan kimia. Banyak pemilik rumah yang tidak menyadari bahwa cara mengepel yang salah justru bisa merusak permukaan lantai berharga ini. Rany Soetanto membagikan tips spesifik tentang cara mengepel lantai granit dan marmer dengan benar.

Mengapa Granit dan Marmer Sensitif?

Lantai granit dan marmer adalah batu alam yang porus, artinya memiliki pori-pori kecil yang bisa menyerap cairan. Di Indonesia yang memiliki kelembapan udara tinggi, air bekas pel yang tertinggal di permukaan batu ini akan meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan, terutama hard water stain. Zat mineral dalam air Indonesia yang tinggi menjadi musuh utama lantai batu alam ini.

Resep Superpell untuk Granit dan Marmer

Rany Soetanto menyarankan penggunaan Superpell dengan takaran khusus: 30 ml Superpell dicampur dengan 3 liter air. Takaran ini penting karena terlalu banyak bahan kimia bisa meninggalkan residu, sementara terlalu sedikit tidak efektif membersihkan.

Yang menjadi kunci utama dari tips Rany adalah penggunaan kipas angin saat mengepel. Ini bukan sekadar saran tambahan, melainkan langkah wajib. Kipas angin membantu menguapkan air dengan cepat sehingga tidak sempat meresap ke dalam pori-pori batu.

Teknik Pengepelan yang Benar

Setelah mengepel, lap lagi dengan mop microfiber kering yang berdaya serap tinggi. Tujuannya adalah mengangkat sisa air sebelum sempat mengering sendiri di permukaan lantai. Jika air dibiarkan mengering sendiri, mineral yang terkandung di dalamnya akan membentuk noda putih yang menempel kuat dan sangat sulit dihilangkan.

Mengapa harus dilap kering lagi? Karena udara di Indonesia yang humid membuat proses pengeringan alami menjadi lambat, dan selama proses itulah hard water stain terbentuk. Dengan melap kering, Anda memutus proses tersebut.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Banyak orang mengepel lantai granit atau marmer dengan air tanpa campuran khusus atau menggunakan pembersih yang tidak sesuai. Air keran di Indonesia mengandung mineral tinggi yang bisa meninggalkan bekas. Selain itu, mengandalkan kipas angin atau AC untuk mengeringkan lantai setelah mengepel tanpa melap kering terlebih dahulu tetap akan meninggalkan bekas karena prosesnya terlalu lambat.

Tip tambahan dari Rany: pastikan mop yang digunakan benar-benar bersih sebelum digunakan. Pel yang tidak bersih justru akan menyebarkan kotoran dan bakteri ke seluruh permukaan lantai, membuat pekerjaan mengepel menjadi sia-sia.

Source: Threads @chyntia.rs โ€” pertanyaan asli | Reply @rany_soetanto โ€” jawaban