Lantai Keramik Jadi Burik Berbekas Setelah Dipel dengan Kleaner + Wipol + Sabun Cuci Piring? Rany Soetanto: Takarannya Salah, Jangan Dicampur

Ada-ada saja hasil ngepel yang bikin orang frustrasi. @ruhanana09 mengirim fotonya ke Rany Soetanto: lantai keramik di ruangan yang dia bersihkan malah burik dan berbekas, bukan kinclong. Yang bikin bingung, dia sudah merasa pakai bahan lengkap โ€” cleaner, air hangat, sabun cuci piring sedikit, plus Wipol โ€” dan bahkan mengaku sudah menjalankan “teknik 8”. Hasilnya tetap garis-garis dan kabut yang tidak mau hilang.

“Bukan malah kinclong malah burik berbekas. Mohon bantuannya ya mbak. Ini salahnya dimana huhu,” tulisnya. Di foto yang dia lampirkan, ubin keramik besar warna abu-abu muda terlihat mengilap tapi menyisakan sapuan dan bekas samar di beberapa bidang, dengan sebuah pel datar berwarna putih masih berdiri di tengah ruangan.

Jawaban Rany: Kuncinya Takaran, dan Jangan Dicampur Sabun Cuci Piring

Rany menjawab dua kali di utas itu, dan intinya satu: masalahnya bukan kurang bahan, tapi cara mencampurnya.

“Wipol dan Superpell harus sesuai takaran ya kak untuk penggunaan di lantai. Itu kuncinya. Tuang di gelas ukur untuk ngepasin takarannya. Tanpa dicampur sabun cuci piring lagi ya kak,” tulis Rany. Dia lalu membedakan fungsi keduanya: kalau tujuannya supaya lantai keset dan bebas minyak, pakai Superpell Sakura; kalau untuk disinfeksi menyeluruh, pakai Wipol.

Di balasan lainnya Rany menambahkan satu langkah yang sering dilupakan: “penggunaan Wipol sesuai takaran yang tertulis pada kemasan, tidak dicampur dengan sabun cuci piring. Saat mengepel, nyalakan kipas angin.”

Jadi ada tiga koreksi sekaligus untuk kasus @ruhanana09: takarannya harus pas (dan diukur, bukan dikira-kira), sabun cuci piring tidak boleh ikut masuk ember, dan ruangan perlu sirkulasi udara saat dan setelah mengepel.

Kenapa Lantai Bisa Berbekas

Keramik berglasur sebenarnya permukaan yang mudah dibersihkan โ€” justru karena itu, sisa bahan pembersih paling kelihatan di sana. Ketika pembersih dipakai melebihi takaran, cairannya tidak semuanya terangkat oleh pel; sebagian mengering menempel sebagai lapisan tipis yang memantulkan cahaya secara tidak rata. Di foto, lapisan itulah yang terbaca sebagai “burik” dan garis sapuan.

Menambahkan sabun cuci piring membuat masalahnya makin rumit. Sabun cuci piring dirancang untuk mengangkat lemak di piring, bukan untuk meninggalkan permukaan bersih mengilap tanpa residu di lantai luas. Dalam jumlah “dikit” pun, lapisan sabunnya tetap tertinggal kalau air bilasannya kurang dan ruangan lembap. Karena itu Rany menekankan dua hal yang saling melengkapi: jangan dicampur, dan nyalakan kipas angin supaya lantai kering merata, bukan mengering pelan-pelan sambil menahan residu.

Bandingkan dengan resep yang pernah Rany tulis untuk kasus lantai berminyak: Superpell Sakura 30 ml untuk 3 liter air hangat, pel dikucek dulu (atau ganti refill mop) sebelum dicelup kembali, lalu lanjut mengepel seluruh bagian dapur. Semua angka, bukan perkiraan. Cara ini sudah dibahas lebih panjang di artikel lantai licin bekas minyak goreng.

Yang Bisa Dipegang dari Utas Ini

Urutan yang masuk akal untuk lantai keramik yang sudah telanjur berbekas: berhenti menambah bahan, ukur ulang takaran sesuai kemasan, jangan campurkan sabun cuci piring, lalu pel dengan air bersih sebagai bilasan dan biarkan kering dengan bantuan kipas angin. Untuk lantai yang bekasnya sudah menumpuk, satu kali bilas saja sering belum cukup โ€” tetapi menambah dosis pembersih justru mengulang kesalahan yang sama.

Di kolom komentar, @gardahomecare memperingatkan hal senada dari sisi lain: “Awas kak nanti malah jadi noda chemical.” Sementara @mitra_go_clean menawarkan jalur manual: ngepel pakai tangan dengan kanebo yang diperas lembap โ€” jangan basah, jangan kering โ€” dan memilih kanebo yang tebal dengan daya serap tinggi. Dua komentar itu bukan anjuran Rany, tapi menunjukkan bahwa inti persoalannya memang sisa air dan sisa bahan, bukan jenis pelnya.

Satu pertanyaan lain muncul di utas yang sama: @avissatoscano menanyakan lantai kamar mandi yang kena cat rambut dan sudah disiram bleach serta disikat dengan JIF, tapi belum juga putih. Rany belakangan menjawab pertanyaan itu dengan satu tautan โ€” “disini kak ๐Ÿ‘‡๐Ÿผ” โ€” yang mengarah ke utas kompilasi tips @neifa.mamanana, bukan menulis langkah baru. Untuk kasus cat rambut di keramik, metode yang pernah Rany sarankan adalah IPA (isopropyl alcohol), dibahas lengkap di artikel noda cat rambut di lantai keramik.


Source: Threads @ruhanana09 โ€” pertanyaan asli (lantai keramik burik berbekas setelah kleaner + air hangat + sabun cuci piring + Wipol) | Reply @rany_soetanto โ€” “Wipol dan Superpell harus sesuai takaran… tanpa dicampur sabun cuci piring” | Reply kedua @rany_soetanto โ€” “sesuai takaran kemasan, tidak dicampur sabun cuci piring, nyalakan kipas angin” | Pertanyaan @avissatoscano โ€” lantai kamar mandi kena cat rambut | Reply @rany_soetanto โ€” “disini kak”

Media postingan Lantai Keramik Jadi Burik Berbekas Setelah Dipel dengan Kleaner + Wipol + Sabun Cuci Piring? Rany Soetanto: Takarannya Salah, Jangan Dicampur