Kita cuci lapnya, keringkan, lalu pakai โ tapi bekas yang terlintas malah nambah. @miamayanti menemui masalah ini dengan microfiber cloth-nya, dan bukan cuma satu orang yang mengalaminya.
Pertanyaan: Sudah Dicuci, Tapi Masih Ninggalin Bulu Halus
@miamayanti menandai Rany Soetanto dan bertanya cara mencuci microfibre cloth yang benar. Keluhannya spesifik: cloth-nya sudah dicuci, tapi begitu dipakai justru meninggalkan bulu halus atau debu kecil di permukaan yang dilap โ sehingga dia harus mengelap ulang pakai paper towel, alias kerja dua kali.
Di utas yang sama, warga lain bercerita kasus mirip: mengepel lantai granit pakai pel biasa, lalu mengelap ulang pakai lap bahan micro supaya tidak meninggalkan jejak di granit โ dan justru lap microfiber itulah yang meninggalkan bekas bulu-bulu kecil. Kebiasaan yang seharusnya bikin bersih berakhir jadi kerja tiga kali.
Jawaban Rany Soetanto
Rany menjawab di utas: “Ok nanti dibuatin tutorialnya. Kemarin ini dibahas di sesi webinar.”
Jadi untuk pertanyaan ini Rany belum memberi langkah demi langkah di komentar โ tutorialnya menyusul, dan materinya sempat dibahas di sesi webinar Cleaners Circle. Sementara menunggu, beberapa hal berikut yang menjelaskan kenapa microfiber “bersih” tapi tetap meninggalkan sisa.
Kenapa Lap Microfiber Justru Meninggalkan Bulu
- Seratnya yang lepas, bukan debunya. Kalau bekas yang tertinggal berupa serat halus dan menempel kembali setiap kali dilap, kemungkinan besar sumbernya kainnya sendiri โ microfiber murah atau yang seratnya sudah aus akan terus melepas serat selama dipakai. Makin sering dicuci dan diperas, makin cepat seratnya rusak.
- Sisa deterjen atau pelembut kain. Pelembut kain melapisi serat sehingga daya serap dan daya jepit debunya turun. Lap yang tadinya “mengunci” kotoran justru malah menyebarkannya ke permukaan lain.
- Kontaminasi silang saat dicuci. Ini poin yang sudah pernah diangkat Rany di utas lain: dia tidak memakai kanebo karena alasan cross contamination โ kotoran dari satu permukaan pindah ke permukaan berikutnya. Kebiasaan yang sama berlaku untuk mikrofiber yang dicuci bersama kain lain: serat dan kotorannya saling berpindah.
Sementara Menunggu Tutorial dari Rany
Berdasarkan cara Rany memakai microfiber selama ini, kebiasaan yang bisa langsung diterapkan:
- Cuci terpisah dari cucian lain โ jangan digabung handuk atau pakaian, supaya serat dan kotoran tidak saling berpindah.
- Tanpa pelembut kain, karena itu yang menurunkan kemampuan microfiber menjebak debu.
- Pisahkan warna per area pakai โ biru untuk kaca, hijau untuk dapur, kuning untuk kamar mandi โ supaya lap untuk area kotor tidak dipakai ulang di permukaan yang lebih bersih.
- Periksa lapnya: kalau sudah tipis, gatal di tangan, atau meninggalkan serat setiap dipakai, lap itu sudah waktunya diganti โ bukan dicuci lagi.
- Untuk lantai granit, pakai microfiber untuk tahap pengelapan terakhir dalam kondisi lembap, bukan basah, supaya jejak air dan seratnya tidak tertinggal.
Kalau tutorial dari Rany sudah terbit, artikel ini jadi tempat pertama yang akan kami perbarui.
Update 26 Oktober: Rany sudah menjawab pertanyaan lain soal lap microfiber โ kali ini tentang lap yang daya serapnya hilang, bukan yang meninggalkan bulu. Jawabannya: cuci dengan deterjen cair, rendam dengan softener 10 menit, lalu jemur diangin-angin (jangan di bawah matahari). Langkah lengkapnya ada di artikel Lap Microfiber Hilang Daya Serap.
Source: Threads @miamayanti โ pertanyaan asli | Reply @rany_soetanto โ jawaban