Aturan lama soal mencuci baju itu sederhana: pisahkan yang putih dari yang berwarna, dan jangan pernah mencampur merah dengan putih. Rany Soetanto justru membalik aturan itu dengan sengaja. Di unggahannya, dia menulis: “Dengan kesadaran penuh aku mencuci baju dicampur semua warna. Hitam, putih, merah, batik. Sengaja, untuk membuktikan apakah semua baju ini bakal kelunturan atau tidak. Ternyata tidak!!”
Bukan cuma berhenti di situ. Dia menambahkan, “Semua pigmen warna lunturnya terserap sempurna di kertas colour catcher π”, lalu menjelaskan alasan praktisnya: “Hemat waktu nih, karena aku sebagai mahasiswa & pekerja lagi hectic banget.” Unggahan itu langsung ramai β lebih dari 6.900 kali dilihat dan 167 komentar dalam hitungan jam.
Apa yang sebenarnya diuji
Unggahan ini berbentuk dua bagian. Bagian pertama memperlihatkan drum mesin cuci berisi tumpukan pakaian yang memang campur warna: ada potongan merah menyala, biru dongker gelap, kain putih, dan selembar kain bermotif batik. Hasil yang dia klaim: tidak ada satu pun pakaian yang ikut berubah warna.
Bagian kedua adalah pengujian ulang dengan kombinasi paling rawan β putih dan biru. “Dengan mengucap Bismillah, kita coba lagi campur warna putih dan warna biru ππ«Άπ». Akhirnya gak perlu misahin cucian lagi jadi hemat waktu,” tulis Rany. Foto yang menyertainya menunjukkan drum mesin cuci berisi kain putih krem dan kain biru muda yang dicuci bersama.
Produk yang dipakai
Dari foto kemasan yang dia unggah, produknya adalah SARD Colour Catcher, isi 22 sheets. Di kotaknya terbaca klaim Australia’s Stain Expert, nama teknologi Colour Fusion Technology, dan tulisan Colour Protection. Gambar pada kemasan menunjukkan ilustrasi warna-warna yang terserap ke selembar kertas putih β persis seperti fungsi yang dia buktikan sendiri.
Rany memotret produk ini dalam tiga kondisi berbeda: kotak dan selembar kertas baru di depan drum mesin cuci yang sudah penuh pakaian, tiga lembar kertas bekas pakai yang lecek dengan noda warna samar, dan drum mesin cuci saat proses pencucian berlangsung. Lembar bekas pakai itulah bukti visual yang paling jelas: warnanya tidak kembali putih bersih, ada jejak warna yang tertinggal di kertas β bukan di baju.
Cara pakainya sederhana dan itu yang membuatnya hemat waktu: satu lembar kertas colour catcher dimasukkan ke drum bersama cucian, lalu cucian campur warna bisa dijalankan dalam satu siklus. Tidak ada proses memilah, tidak ada ember terpisah.
Berapa lembar untuk sekali cuci
Pertanyaan yang paling sering muncul belakangan justru soal dosis, bukan soal hasil. @pink2g menulis: “Make brp lembar ? Kl bole tau utk sekali cuci” β dan jawaban Rany memberi patokan yang jelas: “Tergantung berapa kapasitas mesin cucinya kak. Mesin cuciku 10 kilo, penuh aku pake 3. Kalo gak penuh, aku pake 1 atau 2.”
Angka itu penting karena mengubah cara pandang terhadap produknya: satu lembar bukan dosis tetap. Patokannya adalah seberapa penuh drum, bukan berapa potong baju yang dicuci. Untuk mesin berkapasitas 10 kg yang diisi penuh, Rany memakai tiga lembar sekaligus; kalau isinya setengah atau kurang, cukup satu sampai dua lembar. Logikanya sederhana β makin banyak air dan kain yang bergerak di drum, makin banyak pewarna yang larut, jadi makin banyak pula kertas yang dibutuhkan untuk menyerapnya. Dengan kotak isi 22 lembar seharga Rp115 ribu, pemakaian tiga lembar per cucian penuh berarti satu kotak cukup untuk sekitar tujuh kali cuci beban penuh.
Bedanya dengan penghilang kelunturan yang sudah dikenal
Pertanyaan paling masuk akal datang dari @elly.kurnia92: “biasa aku pakai beckmann, soalnya dijual di indo. kira2 lebih ok mana sama ini?”
Pertanyaan itu menyentuh dua produk yang sering dianggap sama, padahal fungsinya berbeda. Colour catcher seperti SARD bekerja sebagai pencegahan: kertasnya dimasukkan ke dalam mesin cuci bersama pakaian dan menangkap pewarna yang lepas ke air, sehingga warna itu tidak menempel kembali ke baju lain. Colour run remover seperti Dr. Beckmann bekerja sebagai koreksi: produk ini dipakai setelah baju terlanjur berubah warna, untuk mengembalikan baju putih atau krem yang sudah terkena lunturan β cara pakai, dosis, dan batasannya sudah pernah dibahas di artikel jastip Dr. Beckmann Colour Run Remover.
Singkatnya: colour catcher mencegah masalah, colour run remover memperbaiki masalah yang sudah terjadi. Jadi “lebih oke mana” sangat bergantung pada kebutuhannya β pencegahan saat mencuci, atau penyelamatan baju yang sudah telanjur belang. Sampai artikel ini ditulis, Rany belum menjawab pertanyaan itu di kolom komentar.
Warga yang mau ikut jastip
Produk ini tidak dijual bebas di Indonesia, jadi Rany membukanya lewat jalur jastip. Di bagian kedua unggahannya dia menulis: “Yang mau jastip dari sini boleh DM yaa. Akhir bulan besok ETA. Thankies.” ETA-nya disebut “akhir bulan besok” persis seperti itu, tanpa tanggal pasti.
Harga, varian hitam, dan baju putih yang menguning
Pertanyaan soal harga akhirnya dijawab di kolom balasan. @marthaapr885 bertanya “Mau Ka.. Jadi berapaan per kotak nya?”, dan Rany menyebut angka: “115 ribu isi 22 sheet. Aku check di toko oren ada merk lokal Indonesia lebih murah kak.” Angka yang sama dia ulang ke @meccayla_ruby25 yang ingin menitip produk untuk baju anak-anaknya yang berwarna-warni.
Untuk varian pakaian hitam, @aisy.y8 bertanya “Aku mau yang buat hitam lagi kak”. Jawaban Rany memberi pembanding harga yang cukup tegas: “Yang merk dr.beckmenn mahal banget kak, 1 box isi 10 sheet 225 ribu. Untuk mengembalikan warna di awal pemakaian 3 sheet tapi kalo untuk menjaga warna pake 1 sheet. Di oren ada jual juga tapi merk lokal lebih murah kak.” Saat @aisy.y8 meminta nama merek lokalnya, Rany menjawab jujur bahwa dia lupa kata kuncinya: “Aku lupa kak key searchnya black sheet kak”.
Pertanyaan yang sama datang lagi dari @meccayla_ruby25, yang rupanya sudah menunggu nama merek lokal itu: “Apa namanya kak? Takut ga seampuh itu π’. Kapan open jastip aku mau kak”. Rany menjawab jujur bahwa dia belum ingat namanya dan akan mencarinya sambil belanja: “Aku gak lupa brandnya kak. Aku mau belanjaain hari ini sih jastipan orang2”. Artinya sampai balasan itu ditulis, nama merek lokal yang lebih murah di toko oranye belum keluar β dan Rany memilih mencarinya langsung di toko saat menjalankan jastip, bukan menebak dari kolom pencarian.
Pertanyaan susulan soal varian hitam datang dari @pehlahjajan, yang ingin menghitung kebutuhan sebelum memesan: “Kak @rany_soetanto utk yg hitam itu utk balikin warna 3 sheet kan ya, untuk 1 baju aja atau bagaimana kak? Biar bisa dihitung hitung.” Jawaban Rany meluruskan satuan hitungnya: “Bukan untuk 1 baju kak, tapi buat 1x pencucian mesin cuci bisa digabung sama baju hitam lainnya.”
Artinya tiga lembar itu jatah untuk satu siklus cuci, bukan untuk satu potong pakaian. Kalau ada beberapa gamis atau kaus hitam yang warnanya sudah pudar, semuanya bisa dicuci dalam satu muatan drum dan tetap memakai tiga lembar β tidak perlu menambah lembar untuk setiap baju. Konsekuensinya untuk biaya: satu kotak isi 10 lembar (harga Dr. Beckmann yang disebut Rany Rp225 ribu) cukup untuk tiga kali pencucian pemulihan warna, atau sepuluh kali pencucian perawatan kalau cuma memakai satu lembar untuk menjaga warna agar tidak makin pudar.
Satu pertanyaan di utas yang sama justru keluar dari topik kelunturan. @annisaa.amira menulis “Kalo buat baju putih supaya ga kumel lagi gmn kak?π₯Ί”, dan Rany mengarahkan ke produk yang berbeda: “Pake Klinbos penghilang noda kain aja ini sih kak, sarung bantalku dan handukku dari kuning kumel jadi putih cemerlang lagi”. Ini pembedaan yang penting β baju putih yang menguning karena usia dan pemakaian bukan kasus kelunturan, jadi yang dibutuhkan penghilang noda kain, bukan kertas penangkap warna.
Dua komentar lain menunjukkan minat yang cukup spesifik. @noveena_22 bertanya, “Kak, yg buat ngitamin bisa nitip kah?” β artinya dia ingin menambah produk pemutih/pencerah ke pesanan yang sama. Sementara @sheilatangidy mengaku bingung dengan jalur pemesanannya: “Kak aku bgng DM nya gmn. Tp aku mau nitip.” Untuk yang senasib, jalurnya memang cuma satu: kirim pesan langsung ke akun Rany, karena tidak ada keranjang belanja atau link pembelian.
Kalau kainnya memang luntur, masih aman?
Pertanyaan paling realistis datang dari orang yang tahu betul kainnya sendiri. @bikuroshimae menulis: “kalau level bajunya memang luntur macem lagi basah nempel ke warna lain aja warnanya nempel masih aman ga ya?” β intinya, bagaimana kalau kainnya memang sudah terkenal mudah melepas warna? Jawaban Rany pendek dan tanpa syarat: “Aman kak”. Dua kata itu masuk akal kalau dipahami cara kerja produknya: kertas catcher tidak memilih pewarna tertentu, dia menyerap pigmen yang larut di air sebelum sempat menempel kembali ke kain lain. Jadi makin banyak warna yang lepas, makin banyak pula yang ditangkap β bukan sebaliknya.
Satu batasan yang Rany sendiri tegaskan adalah soal varian. @diana_neumnn128 menulis “ITU Ada semua utk putih, hitam juga .. aku suka pakek. Dan manjur.. πͺ”, dan Rany mengoreksi pelan: “Iyaa bener, tapi disini gak masuk yang warna hitam. Nyuci baju jadi satset π”. Artinya produk yang dia jastip-kan ini varian untuk pakaian berwarna dan putih, bukan lembar khusus pakaian hitam yang disebut di bagian harga di atas. Yang dia jual adalah yang dia pakai sendiri di mesin cucinya.
Ada juga warga yang minta penguatan sebelum membeli. @shandysputra bertanya singkat “ini ga sih mbak rany?” sambil menandai produknya, dan Rany menjawab dengan alasan utama dia memakainya: “Rekomen ini hemat waktu bikin nyuci jadi satset dan gak kuatir kelunturan.” Perhatikan urutan prioritasnya β hemat waktu disebut lebih dulu, baru rasa aman. Itu konsisten dengan cerita awalnya: dia mencuci semua warna dicampur bukan karena ingin bereksperimen, tapi karena jadwal kuliah dan kerja tidak menyisakan waktu untuk memilah cucian.
Catatan sebelum ikut membeli
Beberapa hal perlu ditegaskan supaya hasilnya tidak salah harap. Pengujian Rany dilakukan di mesin cuci miliknya sendiri dengan pakaian yang dia kenal betul riwayat pencuciannya β bukan jaminan bahwa semua kain akan aman. Kain dengan pewarna yang benar-benar kuat, seperti jeans indigo baru atau kain batik yang belum pernah dicuci, tetap berisiko melepas warna pada pencucian pertama; untuk kasus seperti itu, memisahkan cucian sekali di awal masih langkah yang paling aman.
Perlu diingat juga bahwa colour catcher bukan pengganti solusi untuk baju yang sudah telanjur luntur. Kalau warnanya sudah berpindah ke kain lain, yang dibutuhkan adalah produk koreksi seperti yang dibahas di artikel Dr. Beckmann di atas, atau CIF dengan disclaimer untuk kasus tertentu.
Satu hal lagi yang jarang disinggung: kertas catcher hanya menangkap warna yang sudah larut di air. Kalau drum diisi terlalu penuh sehingga pakaian sulit bergerak dan air tidak bersirkulasi rata, kertasnya tidak punya kesempatan menyerap apa pun. Muatan yang wajar tetap jadi syarat, apa pun merek kertasnya.
Source: Threads @rany_soetanto β tes cuci semua warna dicampur | Uji ulang putih + biru & info jastip β Rany | Pertanyaan warga: @elly.kurnia92 bandingkan dengan Beckmann, @noveena_22 minta titip produk ngitamin, @sheilatangidy tanya cara DM | Harga & varian hitam: @marthaapr885 tanya harga per kotak, @meccayla_ruby25 ingin nitip, @aisy.y8 minta varian hitam, jawaban Rany 115 ribu isi 22 sheet & Beckmann 225 ribu, (lanjutan), merek lokal “black sheet”, @meccayla_ruby25 tanya nama merek lokalnya β jawaban Rany: dicari langsung saat jastip | Baju putih kumel: @annisaa.amira β jawaban Rany: Klinbos penghilang noda kain | Dosis per cucian: @pink2g tanya berapa lembar sekali cuci β jawaban Rany: mesin 10 kg penuh 3 lembar, kalau tidak penuh 1β2 | Tambahan 25 Okt: @bikuroshimae tanya kain yang memang mudah luntur β jawaban Rany: “Aman kak”, @diana_neumnn128 soal varian putih/hitam β Rany: yang dijastip bukan varian hitam, @shandysputra minta konfirmasi produk β Rany: hemat waktu, tidak kuatir kelunturan | Tambahan 29 Okt: @pehlahjajan tanya 3 sheet varian hitam untuk 1 baju atau 1x cuci β jawaban Rany: untuk 1x pencucian mesin, bisa digabung baju hitam lain