Noda lengket di lantai punya banyak bentuk: bekas double tape, tetesan lem, sampai yang paling menyebalkan โ sisa kertas atau label yang sudah dikopek tapi tidak mau hilang. Seratnya tertinggal menempel, warnanya berubah kecokelatan karena menangkap debu, dan kalau dikerok pakai kuku hasilnya cuma lantai yang tergores. Itu yang dialami @spallspillthelink dan dia memotret kondisi lantainya langsung di Threads.
Pertanyaannya
“Kak @rany_soetanto cara ngilangin tempelan kertas ini di lantai gimana yah kakk huhuhu.” โ @spallspillthelink
Jawaban Rany: IPA, Bukan Alkohol Biasa
Rany Soetanto menjawab singkat tapi lengkap dengan peringatan penting di akhir:
“Hi kak, semprotin IPA alias Isopropyl Alcohol yaa. Sampe basah banget kemudian kerok pelan2. BTW, IPA ini berbeda dengan alkohol biasa yaa. Kaka bisa cari di toko online.” โ @rany_soetanto
Ada tiga hal yang bisa dibaca dari jawaban ini. Pertama, pelarutnya IPA โ bukan alkohol 70% yang biasa ada di kotak obat. IPA bekerja melarutkan lapisan perekat, sedangkan alkohol kadar rendah lebih banyak menguap tanpa sempat meresap ke lemnya. Rany menegaskan bedanya supaya tidak ada yang asal menuang hand sanitizer ke lantai. Kedua, harus benar-benar basah. Kuncinya adalah menunggu lem melunak, bukan mengerok lebih keras โ kalau permukaannya cuma lembap, kertasnya akan robek dan seratnya tetap tinggal. Ketiga, kerok pelan-pelan dengan benda tumpul, bukan digosok pakai amplas atau dikerok dengan pisau tajam yang berisiko menggores permukaan ubin.
Untuk lantai keramik, urutannya sederhana: semprot IPA ke sisa tempelan, diamkan sampai benar-benar basah dan lemnya melunak, kerok sisa kertas pelan-pelan, lalu bersihkan residu lemnya dengan lap microfiber. Kalau lapisan kertasnya tebal, ulangi prosesnya beberapa kali daripada memaksakan sekali kerok.
Kasus Lanjutan: Busa Wallpaper yang Nempel di Dinding
Pertanyaan berikutnya datang dari @siti.fachrina, dan kasusnya lebih berat dari sekadar label di lantai:
“Ka rany klo buat hilangin bekas kaya busa yg nempel di dinding pakai apa ka? Aq pernah pasang wallpaper gtu tapi material nya trnyata busa, aq kopekin nempel parah di dinding kak ๐ญ alhasil bopengan dinding ku kak, sumpah nyesel bgt pasang itu.” โ @siti.fachrina
Rany menjawab jujur, dengan pengalamannya sendiri sebagai contoh:
“Iyaa sama kak, aku juga kemarin nyuruh tukang dan tukangnya nipisin pake mesin gerinda kak setelah agak tipis terus di amplas.” โ @rany_soetanto
Artinya, untuk kasus busa wallpaper yang sudah menempel parah, ini bukan pekerjaan DIY sekali duduk. Rany sendiri memilih memanggil tukang: lapisan busanya ditipiskan dulu dengan mesin gerinda, baru dihaluskan dengan amplas. Bahan busa menyerap lem ke pori dinding, jadi mengeroknya dengan tangan berisiko membuat permukaan dinding makin bopeng โ bukan cuma sisa busanya yang tidak hilang, tapi juga lapisan catnya ikut terangkat.
Saran Warga Lain di Utas yang Sama
Satu warga, @akubisa_bantu, menawarkan alternatif pelarut: “Pake tiner, sama cuter kaaa.” Tiner memang termasuk pelarut kuat dan bisa dipakai untuk sisa lem yang keras, tapi karena sifatnya agresif, jalur yang direkomendasikan Rany di utas ini tetap IPA โ pelarutnya lebih mudah dikendalikan dan tidak menyerang permukaan sedini tiner. Untuk dinding bercat, tes di satu titik kecil dulu sebelum diaplikasikan ke seluruh area.
Ringkasan
- Sisa kertas atau label di lantai: semprot IPA sampai basah, tunggu lem melunak, kerok pelan-pelan dengan benda tumpul, lalu lap residunya.
- IPA bukan alkohol biasa โ pastikan yang dibeli memang isopropyl alcohol, bukan alkohol 70% atau hand sanitizer.
- Busa wallpaper di dinding yang sudah menempel parah bukan kasus DIY: tipiskan dengan gerinda lalu amplas, dan Rany sendiri memilih menyerahkan pekerjaan ini ke tukang.
- Jangan dikerok kering atau digosok keras โ serat kertas makin tertinggal dan permukaan ubin maupun cat dinding berisiko tergores.
Source: Threads @spallspillthelink โ pertanyaan asli | Reply @rany_soetanto โ jawaban IPA | Question @siti.fachrina โ busa wallpaper di dinding | Reply @rany_soetanto โ gerinda dan amplas