Dryer atau mesin pengering baju semakin populer di Indonesia, terutama di kalangan yang tinggal di apartemen atau rumah dengan lahan jemur terbatas. Salah satu teknologi yang paling direkomendasikan adalah heat pump dryer. Tapi banyak yang masih ragu: apakah aman untuk baju? Apakah bikin ruangan lembab? Apakah boros listrik?
Rany Soetanto menjelaskan bahwa heat pump dryer memang dirancang khusus untuk penggunaan indoor. Berbeda dengan dryer konvensional yang mengeluarkan hawa panas ke ruangan, heat pump dryer bekerja dengan sistem tertutup sehingga seluruh ruangan di rumah tidak akan lembab. Ini jadi solusi yang tepat untuk yang tinggal di cuaca tropis seperti Indonesia di mana kelembaban udara sudah tinggi.
Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan dryer. Pertama, wajib buang air hasil pengeringan setelah selesai digunakan. Jangan biarkan air menumpuk di tangki karena bisa menjadi sarang bakteri dan jamur. Kedua, hati-hati dengan baju yang bisa nyusut kalau kepanasan. Untuk baju kaos yang bagus atau baju olahraga, gunakan mode underwear atau delicate. Beberapa brand dryer bahkan sudah punya mode angin dingin yang lebih aman untuk baju sensitif.
Tips penting lainnya dari Rany: cara mengisi dryer sangat mempengaruhi hasil. Banyak yang mengisi dryer setengah penuh atau lebih, padahal itu bikin baju tetap kusut dan gak benar-benar rapi. Untuk hasil terbaik, cukup isi dryer seperempat dari kapasitas tabung. Dengan isi yang lebih sedikit, baju punya ruang untuk bergerak dan hasilnya lebih rapi. Sebaliknya, kalau diisi setengah dari tabung, baju tetap bakal nyisa kusut meski sudah pakai mode anti crease.
Untuk yang gak mau repot menyetrika, Rany menyarankan untuk menggunakan semprotan crease releaser sebelum memasukkan baju ke dryer. Crease releaser membantu meluruskan serat baju sehingga setelah keluar dari dryer, baju sudah cukup rapi tanpa perlu disetrika lagi. Salah satu produk yang Rany rekomendasikan adalah Lenor crease releaser. Dengan tips-tips di atas, dryer bisa jadi alat yang sangat membantu menghemat waktu dan tenaga dalam merawat pakaian keluarga.
Tambahan (4 November 2026): baju knit yang melar tidak bisa dipulihkan
Di utas Rany 3 November 2026, @aghniakaulika menanyakan kasus yang sering terjadi diam-diam: “ada tips untuk baju bahan knit yang mendadak lowor gegara dikeringin mesin cuci ga kak?” Jawaban Rany tidak menawarkan harapan palsu: “Kak, gak bisa lagi kalo udah melar. Baju knit harus masuk laundry bag dulu baru bisa dicuci dengan mesin kak.”
Dua hal yang bisa dipetakan dari jawaban itu. Pertama, serat knit โ rajutan yang sifatnya lentur โ sudah kehilangan bentuknya begitu teregang saat proses pengeringan; tidak ada produk atau teknik yang bisa mengembalikannya ke ukuran semula. Kedua, solusinya ada di sisi pencegahan: laundry bag wajib dipakai sebelum baju knit masuk mesin cuci, supaya guncangan dan tarikan mesin tidak menarik seratnya melebar. Warganet yang menanyakan itu membalas “Aaakkkk sadddd… baru sekali pake” โ pengakuan bahwa satu kali kelalaian sudah cukup merusak baju tersebut.
Aturan ini sejalan dengan daftar perhatian yang sudah ada di artikel ini: isi dryer jangan penuh-penuh, pakai mode delicate untuk bahan sensitif, dan tambahkan laundry bag untuk bahan yang gampang melar.
Source: Threads @delicitraw โ pertanyaan asli | Reply @rany_soetanto โ jawaban | Pertanyaan @aghniakaulika โ baju knit lowor | Reply @rany_soetanto โ jawaban laundry bag 4 Nov 2026